insulin – pankreas

Insulin disintesis oleh sel-sel beta
dengan cara yang mirip dengan
sintesis protein, yang biasanya
dipakai oleh sel, yakni diawali
dengan translasi RNA insulin oleh
ribosom yang melekat pada
retikulum endoplasma untuk
membentuk preprohormon insulin.
Preprohormon awal ini memiliki
berat molekul kira-kira 11.500,
namun selanjutnya akan melekat
erat pada retikulum endoplasma
untuk membentuk proinsulin
dengan berat molekul kira-kira 9000;
lebih lanjut sebagian besar
proinsulin ini lalu melekat erat pada
alat Golgi untuk membentuk insulin
sebelum terbungkus dalam granula
sekretorik. Akan tetapi, kira-kira
seperenam dari hasil akhirnya tetap
dalam bentuk proinsulin. Proinsulin
ini tidak memiliki aktivitas insulin.
Sintesis insulin akan menghasilkan
efek samping rantai C-peptid.
Perhitungan terhadap rantai C-peptid
dapat digunakan sebagai
perhitungan kadar insulin dalam
darah. Insulin juga menyebabkan
sebagian besar glukosa yang
diabsorbsi sesudah makan segera
disimpan dalam hati dalam bentuk
glikogen. Insulin menghambat
fosforilasi hati, yang merupakan
enzim utama yang menyebabkan
terpecahnya glikogen dalam hati
menjadi glukosa. Insulin juga
meningkatkan pemasukan glukosa
dari darah oleh sel-sel hati. Insulin
juga meningkatkan enzim-enzim
yang meningkatkan sintesis
glikogen. Insulin juga menghambat
glukoneogenesis. Insulin
melakukannya terutama dengan
menurunkan jumlah dan aktivitas
enzim-enzim hati yang dibutuhkan
untuk glukoneogenesis.Kemudian
insulin menghambat kerja lipase
sensitif hormon. Enzim inilah yang
menyebahkan hidrolisis trigliserida
yang sudah disimpan dalam sel-sel
lemak. Oleh karena itu, pelepasan
asam lemak dari jaringan adiposa ke
dalam sirkulasi darah dakan
terhambat. Insulin meningkatkan
pengangkutan glukosa melalui
membran sel-sel lemak dengan cara
yang sama seperti insulin
meningkatkan pengangkutan
glukosa ke sel-sel otot. Beberapa
bagian glukosa ini lalu dipakai untuk
mensintesis sedikit asam lemak,
tetapi yang lebih penting adalah,
glukosa ini dipakai untuk
membentuk sejumlah besar α-
gliserol fosfat. Bahan ini
menyediakan gliserol yang akan
berikatan dengan asam lemak untuk
membentuk trigliserida yang
merupakan bentuk lemak yang
disimpan dalam sel-sel lemak. Oleh
karena itu, bila ada insulin, bahkan
penyimpanan sejumlah besar
asam-asam lemak yang diangkut
dari hati dalam bentuk lipoprotein
hampir dihambat. (Guyton. 1997).

Tag:, , , , ,

About rian135

this is it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: