UN / UNAS 2011 DIINTEGRASIKAN DENGAN SNMPTN

Pemerintah melalui Depdiknas
akhirnya memutuskan pada tahun
2011 pelaksanaan dan hasil ujian
nasional (UN) bisa dintegrasikan
dengan Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN).
Hal itu disampaikan Mendiknas
Mohammad Nuh didampingi
seluruh jajaran eselon I di
lingkungan Depdiknas, dan Rektor
Universitas Negri Surabaya yang
juga Ketua Panitia SNMPTN Haris
Supratno, di Depidknas, akhir pekan
lalu.
Dalam kesempatan itu, Ketua
SNMPTN Haris Supratno
mengatakan, pembuatan soal,
pengawasan dan hal-hal lain sudah
dilibatkan dalam pengawasan tes
masuk, pembuatan soal, juga hal-
hak yang kecil lainnya. Dan mulai
tahun ini pun PTN sudah dilibatkan
dalam proses UN. Dari mulai
pemuatan soal, distribusi,
pelaksanaan, dan evaluasi. “Dengan
pelibatan PTN, diharapkan pada 2010
UN sudah kredibel dan tidak usah
tunggu 2012 untuk
mengintegrasikan UN dengan
SNMPTN,” ujarnya.
PTN sudah dilibatkan dalam UN
mulai dari penyusunan soal ujian,
cetak naskah, distribusi ke sekolah-
sekolah, pengawasan ujian hingga
scanning lembar jawaban ujian.
“Tahun ini UN belum bisa dijadikan
syarat masuk PTN,” cetus Haris.
Adapun Mendiknas
mengungkapkan, baru saja bertemu
dengan rektor Institut Pertanian
Bogor (IPB), Unair, Unesa, ITS,
Unram (universitas Mataram), dan
UNY untuk membicarakan masalah
ini. Masalah terintegrasinya UN
dengan SNMPTN merupakan salah
satu isu strategis yang dikemukakan
mendiknas baru dalam reformasi
pendidikan di kabinet Indonesia
Bersatu jilid II.
Haris, yang juga merupakan rektor
Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
mengatakan, hal ini sebenarnya
sudah disiapkan sejak 2008 saat
mendiknas masih dijabat Bambang
Sudibyo. Saat itu, ditargetkan pada
2012 hasil UN sudah bisa
diintegrasikan dengan SNMPTN
sehingga tidak usah ada ujian lagi
untuk masuk PTN, cukup gunakan
UN.
Di sisi lain Mendiknas
mengungkapkan, program 100 hari
yang terdiri dari penyediaan internet
massal di 17.500 sekolah,
penguatan kemampuan kepala dan
pengawas sekolah, beasiswa PTN
bagi 20 ribu siswa setingkat SMA
yang berprestasi, dan kurang
mampu serta kebijakan khusus bagi
guru daerah terpencil.
Selain itu, program yang mesti
selesai hingga Januari 2010 adalah
penyempurnaan rencana strategis
Diknas 2010-2014, pengembangan
budaya dan karakter bangsa,
pengembangan metodologi belajar
mengajar dan membuat roadmap
sinergi lembaga pendidikan dengan
pengguna lulusan untuk mengatasi
masalah ketenagakerjaan.

Tag:, , , ,

About rian135

this is it!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: